Komunikasi Politik dan Jajak Pendapat

KOMUNIKASI POLITIK DAN JAJAK PENDAPAT   DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH

Eko Harry Susanto

(Disampaikan dalam Call for Paper tentang Komunikasi Publik dan Dinamika  Masyarakat Lokal di selenggarakan oleh Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi universitas Lampung di Hotel The 7th  Bandar Lampung, 16 November 2017)

penari

Abstrak

Komunikasi politik yang mengeksplorasi hasil jajak pendapat tentang popularitas  figure yang bersaing  dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) menjadi primadona pemberitaan di era demokrasi dalam komunikasi.  Hasil jajak pendapat dipakai sebagai landasan membangun kredibilitas calon  kepala daerah  atau calon wakil kepala daerah yang berupaya mengungguli pesaingnya. Kalaupun  hasil jajak pendapat tidak memberikan makna positif,  kelompok – kelompok entitas pendukungnya  akan melakukan pembelaan  demi menjaga popularitas dan keterpilihan. Namun tidak dapat diabaikan,  hasil  jajak pendapat   berbagai lembaga, menunjukkan  adanya perbedaan substansial  yang berpotensi menjadi kontraproduktif. Akibatnya,  hasil jajak pendapat tertentu saja yang akan dipakai sebagai rujukan dalam komunikasi politik para kandidat yang bersaing. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menggambarkan dan menganalisis komunikasi politik yang berkaitan dengan jajak pendapat sebagai pendukung fondasi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah langsung. Sedangkan metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif,  dengan dukungan penelusuran teks  maupun data online yang relevan  untuk menghasilkan deskripsi terhadap kompleksitas jajak pendapat dalam pemilihan kepala dearah langsung. Temuan penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu: bagaimana komunikasi politik mampu membangun kepercayaan publik, bagaimana  jajak pendapat sebagai upaya kampanye terselubung, dan  sejauhmana  pemilihan kepala daerah langsung berjalan sesjalan dengan demokratisasi bernegara.

 

Kata Kunci : komunikasi politik, jajak pendapat,  kampanye, pemilihan kepala daerah dan demokrasi

 

 I.Pendahuluan

Memasuki era demokratisasi politik sebagai salah satu upaya  mencapai  masyarakat informasi yang sejahtera, kebebasan komunikasi menjadi keharusan  dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara  kontekstual, ketika pesan – pesan yang masuk dalam ranah kekuasaan disebarkan ke masyarakat,  didalamnya melekat muatan politik. Karena itu, komunikasi politik  merupakan  hal  yang esensial   bagi politisi maupun para elite di tubuh pemerintah dalam rangka  mempengaruhi masyarakat agar memberikan dukungan terhadap program – program yang telah ditetapkan.

Hampir semua kegiatan politik yang dilakukan oleh pemerintah dan elite lainnya dalam kekuasan negara,  tidak bisa lepas dari komunikasi politik yang memuat pesan – pesan kepada khalayak untuk mematuhi  kehendak  pemerintah sebagai  sumber informasi.  Dengan kata lain, pentingnya komunikasi politik  bagi sama dengan pernyataan umum, bahwa   “manusia tidak bisa tidak berkomunikasi” (Watzlawik, dalam Bower dan Bradac, 1982 : 3 ). Untuk para pemegang kekuasaan dan politisi juga tidak bisa tidak berkomunikasi politik. Sebab, komunikasi politik  sebagaimana dikemukakan  oleh  Gabriel Almond (1960): merupakan salah  satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik di suatu negara.

Tinjauan literatur dalam penelitian ini mencakup  komunikasi politik sebagai penyampaian pesan yang mengacu pada kegiatan politik (Nimmo, 2006 : 8 ),  kampanye sebagai   proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah ditetapkan (Rogers dan Storey, dalam Venus, 2004:8). Selain itu  literature  lain meliputi , jajak pendapat, pemilihan umum dan demokrasi.  Jajak pendapat    menurut Eriyanto (1999 : 13),   merupakan standarisasi penghitungan yang mapan, dan stabil hingga menjadikan polling sebagai metode penarikan sampel terpercaya dalam mengukur pendapat umum. Sedangkan pemilihan umum dalam perspektif  Huntington (2001:18) adalah  implementasi perwujudan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemegang  tampuk pemerintahan. Dalam konteks ini, substansi pemilihan umum dipakai sebagai landasan pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

 

II.Metodologi Penelitian

 

Dalam penelitian kualitatif ini, pengamataan teks dipusatkan pada penelusuran data pustaka  cetak maupun online  yang  berhubungan dengan  pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung, jajak pendapat dan  persoalan yang menyangkut demokratisasi dalam bernegara.  Dengan perhatian terhadap  topik penelitian, pendekatan kualitatif diharapkan dapat memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat, 1993:89).

 

III.Hasil dan Pembahasan

 A.Komunikasi Politik untuk Membangun Kepercayaan Publik

             Komunikasi politik melekat di masyarakat ketika mendiskusikan kegiatan politik secara langsung, melalui media massa utama maupun media alternatif yang  semakin mudah diakses karena dukungan teknologi komunikasi. Kepercayaan publik menguat terhadap seorang calon kepala daerah didukung oleh pola komunikasi politik untuk menarik perhatian khalayak. Dalam pemberitaan tentang pilkada Bangka Belitung, menunjukkan bahwa komunikasi  politik memang diperlukan  dalam kekuasaan,  “ Gubernur Provinsi Babel, Rustam Effendi yang mencalonkan diri kembali masih ngotot untuk meminang Maulana Akil (Molen) menjadi calon wakil gubernur. Karena dirinya sangat membutuhkan seorang birokrat sebagai pendamping. Rustam juga terus melakukan komunikasi politik. Bahkan Rustam mengklaim Partai Demokrat terus didekati dan mulai merapat dengan PDIP”.

Komunikasi politik dimaksudkan untuk  membangun kepercayaan publik terhadap berbagai eleman dalam kekuasaan negara dan pemerintahan. Selain itu, dimanfaatkan juga untuk  mempengaruhi entitas politik lain dalam  kontestasi politik di daerah.

 

B. Jajak Pendapat dan Kampanye Terselubung  Dalam Pilkada

 

unilaMenurut  Siregar  (1996 : 2),  “ Jajak pendapat khalayak (public opinion polling) dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang sikap dan orientasi khalayak terhadap masalah tertentu, yang diwujudkan secara eksplisit dalam pendapatnya”.  Pengukuran pendapat khalayak biasanya dilakukan  oleh lembaga survei, media massa dan entitas politik dan pemasaran,  yang secara berkala dan terjadwal  berupaya  mendeteksi pendapat khalayak.  Sedangkan  Eriyanto (1999 : 8), berpendapat,   esensinya bahwa, penerapan prinsip penarikan sampel secara ilmiah dengan menggunakan  metode penelitian  ilmu social  mulai dilakukan dalam penghitungan pendapat umum. Penggunaan  metode  penarikan sampel yang benar dapat mewakili pendapat jutaan orang hanya melalui beberapa ribu orang. Sedangkan menurut Peraturan KPU No.23/2013, “survei atau jajak pendapat Pemilu,  adalah mengumpulkan informasi/pendapat masyarakat tentang proses penyelenggaraan Pemilu, peserta Pemilu, perilaku pemilih atau hal lain terkait Pemilu dengan menggunakan metodologi tertentu”. Ditegaskan pula  bahwa pengumuman hasil survei atau jajak pendapat tidak dilakukan pada masa tenang.

Dalam konteks pemilihan kepala daerah langsung, hasil polling biasanya disebarkan kepada khalayak melalui berbagai saluran informasi. Ada kecenderungan pemaparan  perkiraaan  perolehan suara kandidat kepala daerah dimanfaatkan untuk  mengkampanyekan  tingkat keterpilihan calon  pasangan kepala daerah. Kampanye  sebagai suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah ditetapkan.

Mengutip pemberitaan pilkada Provinsi Banten,  hasil jajak pendapat  yang mengunggulkan salah satu kandidat, direspon berbeda oleh elite politik.  ”Persaingan menuju kursi Gubernur Banten 2017-2022 mulai memanas, pasangan petahana Rano Karno-Embay Mulya Syarif (RK-Emas) diunggulkan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).  Sedangkan pasangan  Wahidin Halim – Andika Hazrumy (WH-AH) berbagi wilayah perolehan suara. Namun berita lainnya, cenderung mengunggulkan kandidat lain. ”Bakal calon Gubernur Banten Wahidin Halim dinilai akan terus naik elektabilitasnya atau tingkat keterpilihanya jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2017 mendatang. Sementara Rano Karno sebagai petahana, sulit untuk meningkatkan elektabilitasnya meski tingkat popularitas mencapat 95 persen.

Hasil jajak pendapat memang  mempunyai  pengaruh kuat untuk menarik perhatian  publik yang luas.  Karena itu, sangat lazim jika  terjadi penolakan dari  kelompok  pendukungnya yang merasa kandidatnya mendapatkan respon public yang kurang memadai.   Dalam pendekatan spiral kebisuan, salah satu aspek yang berhubungan dengan sikap dan perilaku  masyarakat  adalah, bahwa  “pendapat pribadi sangat tergantung  pada apa  yang dipikirkan/ diharapkan oleh orang lain, atau atas apa yang orang lain rasakan/ anggap sebagai  pendapat dari orang lain”. Jadi,  individu berupaya untuk  menghindari isolasi, dalam arti sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu yang tidak sejalan dengan pendapat publik yang mayoritas.  (Noelle-Neuman, dalam Littlejohn, 1998 : 356).

Pendekatan  spiral kebisuan, pasangan  calon  kepala daerah yang  unggul dalam jajak pendapat,  berpotensi manjadi rujukan bagi  sebagaian besar masyarakat yang memiliki  hak suara. Lebih khusus lagi  pemilih yang masih masih belum menetapkan  pilihannya. Karena itu, sangat dimaklumi jika jajak pendapat sebagai pembentukan opini  merupakan salah satu alat dalam kampanye. Namun sebagai modus kampanye terselubung biasanya muncul sebelum masa kampanye dimulai,  maupun saat masa kampanye sudah memasuki hari tenang.

 

C.Pemilihan Kepala Daerah dan  Demokratisasi Bernegara. 

Berdasarkan UU No.  Tahun 2015, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang selanjutnya disebut Pemilihan adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah provinsi dan kabupaten/kota untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara langsung dan demokratis.

Jelas disini, bahwa demokrasi menjadi rujukan dalam penyelenggaraan pilkada.  Oleh sebab itu,  sudah selayaknya  jika  masyarakat maupun semua pihak  yang bertangungjawab terhadap terlaksanya pemilihan kepala daerah  langsung dengan damai dapat memberikan pengetahuan tentang demokrasi dalam pemilihan umum kepada masyarakat. Sebab  salah satu aspek penting dalam pemilihan umum ataupun pemilihan kepala daerah  yang baik,  merupakan ukuran tercapainya demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hak pilih rakyat  dalam pemilihan kepala derah yang  bebas dan rahasia tanpa tekanan pihak manapun  merupakan hal yang paling mendasar dalam partisipasi politik konstituen untuk menghasilkan figure pasangan kepala daerah yang dipilih secara demokratis dalam system kampanye yang beradab.

 

IV. Penutup

 

Komunikasi Politik merupakan penyaluran pesan  untuk membangun  kepercayaan masyarakat.  Dilakukan oleh para elite dan  kelompok pendukung maupun tim kampanye,  dalam kaitannya dengan pemilihan kepala daerah langsung di Indonesia.  Kepercayaan publik  bisa menguat  terhadap   pasangan  calon kepala daerah,  jika dilakukan dengan pola  komunikasi politik  yang  baik dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Aktivitas lembaga penyelenggara  jajak dalam pemilihan kepala derah langsung,  mewarnai pemberitaan di media massa,  media alternatif dan media informasi lainnya yang mudah diakses oleh masyarakat di era kebebasan komunikasi.  Hasil polling   yang memaparkan perkiraaan  perolehan suara kandidat kepala daerah dimanfaatkan pula sebagai kampanye yang terang – terangan maupun terselubung oleh para kandidat kepala daerah dan sub- ordinat kekuatan pendukungnya.

Pemilihan Kepala Daerah   merupakan salah satu tolok ukur  dalam menjalankan pemerintahan di daerah  yang demokratis. Karena itu  pemilihan kepala daerah yang berlangsung  tanpa  konflik  sektarian dan komunalisme  dalam wujud  perbedaan etnik, kepercayaan,  maupun kelompok,   merupakan harapan masyarakat  dalam kehidupan bernegara yang demokratis.

 

 Daftar  Pustaka 

 Arifin, Anwar.(2011). Komunikasi Politik: Filsafat, Paradigma, Teori, Tujuan, Strategi Dan Komunikasi Politik Indonesia, Yogyakarta : Graha Ilmu

Bowers, John & James Bradac. (1982).”Issues in Communication Theory : A Metatheoretical Analysis”. In Communication Year Book 5, edited by  Michael Burgon, New Brunswick.NJ: Transaction

Cangara, Hafied.(2009). Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Denzin, Norman K., & Yvonna S. Lincoln (Ed), (2009). Handbook of Qualitative Research. Second Edition, Sage publications, Inc.

Eriyanto.(1999). Metodologi Polling. Bandung : Penerbit P.T. Remaja Rosda Karya.

Gudykunst, William B and Bella Mody. (2002). Handbook of International and Intercultural Communication, Thousand Oaks CA :Sage  Publications

Harian Kompas (2016) “Tajuk Rencana : Komunikasi Elite Politik”, halaman 6,   Rabu, 2 November 2016

Huntington, Samuel P. (2001).Gelombang Demokrasi Ketiga, Jakarta : Penerbit Grafiti.

International IDEA.(2000). Penilaian Demokrasi di Indonesia : Pengembangan Kapasitas Seri 8, Forum untuk Refomasi Demokratis,  International IDEA – Lembaga Internasional untuk Bantuan Demokrasi dan Pemilu,  Jakarta, Sweden : Ameepro Graphic Design and Printing

Koentjaraningrat, (1993). Metode – Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : Penerbit Gramedia.

Krans S and David D. (1976). The Effect of  Mass Communication Political Behavior,  Pennsylvania : State University Press.

Littlejohn, Stephen W.(1998). Theories of  Human  Communication, Eight Edition, Australia : Thomson- Wadsworth

Mc.Nair, Brian.(2011). An Introduction To Political Communication, Fifth edition, London and New York :  Routledge – Taylor and Francis

Nimmo, Dan .(2006).Political Communication and Public Opinion in America,  atau Komunikasi Politik : Komunikator, Pesan dan Media, Cetakan kedua,  terjemahan Tjun Surjaman, Bandung :  Remaja Rosda Karya.

Noel-Neumann , Elizabeth .(1973). Return to the Concept  of  Powerfull Mass Media, Studies of Broadcasting 9.

Rauf, Maswadi dan Mappa Nasrun.(1993).Indonesia dan Komunikasi Politik, Jakarta : Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Susanto, Eko Harry. (2010). Komunikasi Manusia: Esensi dan Aplikasi dalam Dinamika Sosial Ekonomi Politik,  Jakarta, Penerbit Mitra Wacana Media, 2010.

Siregar, Ashadi.(1996). Polling Pendapat Dan Masyarakat Politik, Makalah dalam  Diskusi Polling Oleh Media Massa di  Litbang Kompas, Jakarta 12 November 1996.

Surbakti, Ramlan. (1992). Memahami Ilmu Politik, Jakarta : Penerbit  Gramedia Widya Sarana

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang

Venus, Antar. (2004). Manajemen Kampanye. Bandung:  Penerbit PT. Remaja Rosdakarya

 

Dokumen Lain

 

http://bangka.tribunnews.com/2016/08/19/rustam-sebut-demokrat-merapat-ke-pdip-ia-juga-naksir-molen

http://www.jejamo.com/bung-adi-bakal-calon-kepala-daerah-mesuji-cari-dukungan-parpol.html

http://news.rakyatku.com/read/22877/2016/10/04/hasil-survei-terbaru-lsi-untuk-pilkada-dki-jakarta-2017

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/12/11411131/melihat.hasil.survei.pilkada.dki.2017.dari.tiga.lembaga?page=all

http://www.beritasatu.com/blog/tajuk/4999-tindak-tegas-penebar-kebencian.html

http://berita.suaramerdeka.com/pemilu-serentak-tiga-pilar-disimulasikan-mulai-2024/

http://poskotanews.com/2016/09/27/pilgub-banten-rano-emas-unggul-di-survei-wh-andhika-berbagi-wilayah/

http://www.tangerangnet.com/2016/07/elektabilitas-wahidin-halim-akan-terus.html

 

lampung

 

Explore posts in the same categories: Ekonomi, Komunikasi, Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: