Komunikasi Politik dan Kabinet Kerja

http://www.suarakarya.id/2016/02/19/lupakan-reshuffle-jokowi-fokus-bekerja.html

KABINET

Lupakan Reshuffle, Jokowi Fokus Bekerja

 

JAKARTA (SK) – Kurangnya tekanan dari publik serta makin solidnya kinerja menteri, mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk makin lebih fokus bekerja dan tidak mau lagi direcoki soal perombakan (reshuffle) menteri di kabinet.

Penilaian ini disampaikan pakar komunikasi politik dari Universitas Tarumanegara, Eko Harry Susanto, dan peneliti Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (18/2).

Menurut Eko Harry Susanto dan Idil Akbar, belakangan ini publik tidak lagi menuntut adanya penggantian menteri atau perombakan kabinet. Hal ini berbeda saat awal pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

”Tensi untuk mendesak penggantian menteri sekarang sudah menurun. Tidak seintensif dulu, waktu awal Jokowi berkuasa. Media massa juga sekarang tidak lagi tertarik untuk menggoreng isu reshuffle,” kata Idil.

Eko Harry Susanto menambahkan, dilihat dari teori organisasi, seiring dengan bergulirnya waktu, setiap menteri kabinet sudah makin solid. Ini bisa dilihat dengan tidak ada lagi menteri-menteri yang membuat pernyataan yang berbeda serta kemampuan Jokowi sebagai komandan yang membuat kompak menteri di kabinet.

”Sekarang tidak ada lagi menteri-menteri yang satu sama lain membuat statement berbeda. Rizal Ramli (Menko Maritim dan Sumber Daya) juga tidak lagi membuat komentar yang kontroversial terkait menteri yang lain. Contoh lain, dalam soal proyek kereta api cepat, menteri-menteri kompak bersuara sama seperti Menteri Agraria dan Menteri LHK,” ujar Eko yang juga menjabat Dekan Fikom Universitas Tarumanegara.

Di samping itu, pemerintahan Presiden Jokowi berhasil membuat stabilitas di bidang ekonomi dengan harga tukar rupiah terhadap dolar AS makin menguat.

”Di bidang politik, Jokowi juga berhasil menciptakan stabilitas. Partai-partai yang dulu berseberangan sekarang sudah mendukung Jokowi seperti PAN dan Partai Golkar,” tuturnya.

Dengan adanya stabilitas politik dan ekonomi seperti ini, menurut Eko Harry Susanto, wajar kalau kemudian publik yang sudah makin puas terhadap kinerja pemerintah, tidak lagi menuntut pergantian menteri di kabinet.

”Dilihat dari konteks organisasi, menteri-menteri di kabinet akan solid dalam waktu dua setengah tahun dari masa lima tahun kabinet. Nah, usia kabinet kerja ini, kan, sudah lebih dari setahun, jadi wajar kalau makin solid,” katanya.

Idil Akbar mengatakan, meski tuntutan dan tekanan publik terhadap reshuffle kabinet sudah menurun, bukan berarti tidak ada lagi menteri yang diganti. Ia yakin pada suatu saat, Presiden Jokowi akan melakukan penggantian menteri.

Ia melihat masih ada menteri yang memiliki kinerja yang rendah dan membuat kegaduhan yang tidak perlu sehingga bisa mengganggu kinerja kabinet.

”Presiden Jokowi boleh saja fokus bekerja. Tapi, ada kenyataan yang tidak bisa diabaikan bahwa masih ada menteri yang kinerjanya tidak sesuai harapan,” tuturnya.

Ditanya kapan waktu­nya Jokowi melakukan reshuffle kabinet, Idil mengatakan, hal itu tergantung pada Jokowi. ”Hanya Jokowi yang tahu kapan reshuffle itu dilakukan,” katanya.

Pendapat yang berbeda disampaikan Eko Harry Su­santo. Menurut dia, adanya pergantian menteri di kabinet justru bisa mengganggu soliditas kabinet.

”Saya khawatir, kalau ada reshuffle, bisa menimbulkan ketimpangan di kabinet. Apalagi, kalau menteri itu diganti oleh figur dari partai politik yang baru bergabung dan tidak sehaluan dengan partai pendukung pemerintah. Tentu butuh waktu lagi untuk membuat kabinet menjadi solid,” katanya.

Ia khawatir, dengan masuknya figur menteri dari partai Koalisi Merah Putih (KMP), justru membuat para menteri menjadi tidak fokus bekerja.

”Partai-partai KMP tidak punya visi dan misi yang jelas kalau tokohnya bergabung dengan kabinet yang sudah diisi kader partai dari Koalisi Indonesia Hebat. Partai KMP hanya bicara soal NKRI adalah harga mati. Tidak nyambung nanti,” katanya. (vas)

 

ehs01

Explore posts in the same categories: Ekonomi, Komunikasi, Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: