Komunikasi Politik

the geo TIMES 14 – 20 Desember 2015 p.10

Tokoh Lain Kasus Pencatutan Presiden Nama Luhut Pandjaitan disebut 66 kali.  Luthfi Anshori

Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan dalam kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Direktur Utama Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Ketua DPR Setya Novanto.

Kini publik berharap ada sosok lain yang dipanggil ke sidang MKD seiring kian gaduh dan berlarutnya kasus ini.  Selain Riza Chalid, yang terlibat pembicaraan segitiga dengan Maroef dan Setya, ada nama Luhut Binsar Pandjaitan (Menkopolhukam) yang dinilai layak dimintai keterangan.

Sebab, nama Luhut disebut 66 kali dalam transkrip rekaman pembicaraan mengenai kelanjutan kontrak karya PT Freeport Indonesia tersebut. Kepada Maroef, Setya menyatakan Luhut dan dirinya merupakan tokoh kunci yang bisa menjamin sikap kompromis Presiden atas kontrak Freeport. Agar lebih meyakinkan, Setya juga menginformasikan Luhut telah bertemu dengan CEO Freeport-McMoran James GADUH. Publik berharap ada tokoh lain yang dimintai keterangan terkait kontrak Freeport. Robert Moffet di Santiago, Chile, empat tahun silam.

Dalam pertemuan tersebut, kata Setya, Luhut meminta agar dari 30 persen saham Freeport yang akan dilepas ke pemerintah Indonesia, 10 persen dibayar menggunakan dividen atau laba perusahaan.

“Jadi, kalau pembicaraannya Pak Luhut di San Diego, dengan Jim Bob (James R Moffet), empat tahun lalu. Itu, dari 30 persen itu, dia memang di sini 10 persen. 10 persen dibayar pakai dividen. Jadi, dipinjemin tapi dibayar tunai pakai dividen,” kata (suara yang diduga) Setya Novanto.

Nama Luhut juga disebut oleh Riza. Ia menyatakan Luhut ingin terlibat (menanam saham) dalam proyek  Pembangkit Listrik Tenaga Air di Urumuka, Timika, Papua, yang digarap Freeport Indonesia.

Mengetahui namanya sering dicatut dalam pertemuan yang berlangsung pada Juni itu, Luhut tidak menanggapinya secara serius. “Mau seratus kali atau seribu kali disebut, saya nggak ambil pusing,” ujar Luhut dengan nada santai. Belakangan, Luhut justru menuding Sudirman Said membuat kekisruhan karena melaporkan pelanggaran etik yang dilakukan Setya Novanto ke MKD, tanpa seizin Presiden Jokowi.

Pakar komunikasi politik Universitas Tarumanegara Eko Harry Susanto menilai ketidaksepahaman menteri-menteri dalam kabinet  pemerintahan Jokowi, khususnya antara Menkopolhukam dan Menteri ESDM, menunjukkan kabinet Jokowi tidak saling integratif.

Isu yang dilontarkan Luhut tidak bisa menggeser topik utama mengenai laporan Menteri ESDM, karena tidak cukup menarik bagi publik. “Publik tidak bisa dialihkan dari pesan utama laporan Sudirman Said, kecuali ada persoalan lain yang lebih menarik bagi publik di luar urusan Freeport Indonesia dan Sudirman Said, maka  isu utama akan berganti karena tidak lagi dihiraukan masyarakat,” kata Eko dalam keterangan tertulis, pekan lalu.

Menurut Eko, isu mengenai skenario melemahkan Luhut, hal itu bisa saja terjadi karena banyak kepentingan pribadi yang dibawa ke meja kerja mereka. “Saling melemahkan peran di antara para pejabat bisa saja terjadi karena komposisi kabinet Jokowi diisi berbagai latar belakang seperti dukungan parpol, profesionalitas, nonpartisan, bahkan mungkin etnisitas.”

Soal tindakan Jokowi yang dinilai lamban dalam menanggapi polemik pencatutan namanya, Eko menilai Jokowi bukan tipikal yang gegabah dalam mengambil keputusan. “Meskipun opini publik menghendaki Jokowi untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cepat, perlu diingat bahwa Jokowi tipikal pejabat yang selalu berpijak pada aspek legal formal  lebih dulu.”

Artinya, Presiden Jokowi bukan tidak mau bertindak, tetapi punya tahapan yang sudah diperhitungkan secara matang, yang pada akhirnya akan menunjukkan ketegasannya. (*)

02-39-times-2015-compatible

Screen-Shot-2015-12-12-at-7.54.13-AM

 

Explore posts in the same categories: Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: