Komunikasi Politik

http://harianterbit.com/read/2014/12/19/14347/26/26/Indonesia-Terancam-Konflik-Internal-Parpol-PKS-Paling-Berpotensi

 

Indonesia Terancam Konflik Internal Parpol, PKS Paling Berpotensi

Harianterbit.com | Jumat, 19 Desember 2014 23:35:00 WIB

Jakarta, HanTer – Kalangan pakar komunikasi politik menilai konflik internal partai dengan adanya dualisme kepengurusan tidak hanya dialami Partai Golkar (PG) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Melainkan, hal tersebut akan terjadi di seluruh partai di Indonesia, terutama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, partai di Indonesia dipergunakan bukan untuk memajukan rakyat tetapi menuju kekuasaan. Ditambah, masih banyaknya faksi-faksi di internal maupun diluar internal partai yang dapat memecah belah partai seperti yang terjadi di PG dan PPP.
KONFLIK
Demikian dikatakan oleh Pakar Komunikasi Politik Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta, Eko Harry Susanto dan Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio, Jumat (19/12/2014), menanggapi konflik yang terjadi di PG dan PPP.

Eko mengatakan, hal itu bisa dilihat dari elite politik yang sering kali bersuara tidak sama dalam menanggapi berbagai masalah. Menurutnya, mereka tergabung dalam ikatan faksi-faksi yang kuat dan rentan dalam ikatan partai. “Yang berikutnya akan konflik tentu tidak bisa dipastikan, tapi fakta menunjukkan hampir semua partai punya orientasi kepemimpinan yang diikat oleh faksi,” ungkap Eko.

Eko mencontohkan, di Partai Amanat Nasional (PAN) bisa saja masih ada faksi mantan Ketua Umum (Ketum) PAN Soetrisno Bachir. Di Partai Demokrat (PD) ada faksi Anas Urbaningrum dan partai politik (parpol) lainpun ada. “Jadi kemungkinan konflik memang besar,” katanya. Dari seluruh parpol yang ada di Indonesia, baik yang di parlemen maupun diluar parlemen, Eko mengkritisi ancaman konflik di PKS.

Eko beralasan, sejak bergantinya nama Partai Keadilan (PK) menjadi PKS, ada pihak-pihak yang ingin memurnikan PKS seperti waktu pendirian untuk kembali menjadi PK. Bahkan ada kelompok yang merasa pendiri PKS sekarang tersisih. “Tentu suatu ketika bisa saja punya kekuatan untuk kembali ke PK,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan, hanya ada satu partai yang paling rawan konflik meskipun kecil, yakni PKS. Selain itu, katanya, selama tokoh kuncinya kembali maju sebagai Ketum seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Demokrat, Wiranto – Hanura, Megawati Soekarno – PDIP atau blessing dari tokoh kunci seperti Amien Rais – PAN atau Prabowo Subianto – Gerindra, sangat kecil potensi konflik.

Sedangkan, katanya, di PKS tidak ada tokoh yang menonjol. Semua tokoh berpeluang memimpin seperti Anis Matta, Tifatul Sembiring, Hidayat Nur Wahid, Fahri Hamzah memiliki peluang sama. “Tapi yaitu, kecil peluang gesekannya karena partai ini selalu memiliki cara memecahkan masalah internal mereka,” ungkap Hendri.

Meski demikian, lanjutnya, apabila PKS tidak kompak kemudian adanya intervensi dari pihak luar partai misalnya berasal dari partai-partai yang tergabung Koalisi Merah Putih (KMP). Namun, tegasnya, potensi konflik atas KMP sangat kecil berpengaruh ke PKS. “Kasus gituan (KMP) mah kecil buat mereka. Kasus korupsi saja mereka anteng,” jelasnya.

Explore posts in the same categories: Budaya, Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: