Komunikasi Politik – Parpol

http://harianterbit.com/read/2014/11/28/12582/25/25/Golkar-Tak-Akan-Seperti-PPP

Kalau Ada Yang Tak Puas, Akan Bentuk Partai Sendiri

Golkar Tak Akan Seperti PPP

Harianterbit.com | Jumat, 28 November 2014 00:43:00 WIB

golkar

 

Jakarta,HanTer-Konflik internal yang terjadi di Partai Golkar (PG), tidak akan seperti yang dialami Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terpecah antara kubu Romahurmuziy (Romi) dengan kubu Djan Faridz.

Sebab, para elit partai berlambang pohon beringin ini memiliki kesadaran berpolitik yang pada akhirnya akan tetap satu tujuan untuk memajukan partainya.

“Perpecahan di Golkar tidak akan seperti PPP. Berdasarkan pengalaman, PG memiliki kesadaran politik untuk tetap satu yang amat tinggi,” kata Pakar Komunikasi Politik Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta, Eko Harry Susanto kepada Harian Terbit, Kamis (27/11/2014).

Dia melanjutkan, kesolidan kader-kader Golkar sudah terbukti selama ini dapat bersama di dalam partai meskipun berkonflik. Dimana, faksi-faksi yang ada di kubu Golkar seperti Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Jusuf Kalla (JK), seluruhnya bersatu. “Jadi kalaupun ada kelompok (faksi) yang tidak puas, akan membentuk partai sendiri. Bukan Golkar tandingan atau kubu-kubuan seperti PPP,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, terdapat kesamaan konflik yang dialami Golkar dan PPP, yakni perbedaan dalam dukungan politik pada dalam bernegara antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan pendukung pemerintah dengan Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai partai oposisi pengkritisi pemerintahan.

Padahal, kedua partai ini tidak memiliki pengalaman di luar pemerintahan. “Karena itu faksi pendukung Jokowi-JK merasa lebih realistis melihat sejarah Golkar. Sedangkan yang berpihak ke KMP menganggap kedewasaan politik bisa dicapai dengan beroposisi dengan harapan lima tahun ke depan menang pemilu sebagaimana pengalaman PDIP,” ungkapnya.

Dia menuturkan, posisi kedua partai ini dalam bernegara akan ditentukan pada posisi Ketua Umumnya. Untuk Golkar faksi Agung Laksono bisa membawa Golkar ke Jokowi-JK, sedangkan faksi Ical dan Akbar Tanjung bisa saja akan tetap di KMP meskipun akan terus menghadapi tuntutan agar ke KIH. Sementara itu, untuk PPP jelas akan mendukung Jokowi-JK.

“Atau bisa saja siapapun yang menang, bisa ambil jalan tengah seperti dilakukan oleh Partai Demokrat sebagai pengimbang dan dukungan ke pemerintah tergantung dari program. Tapi ini kemungkinan yang amat kecil,” katanya.

Dia pun menyarankan, para elit kedua parpol ini untuk duduk bersama sebagai jalan keluar satu-satunya untuk mengatasi konflik ini. Dimana, PPP kubu Romi bertemu dengan PPP kubu Djan Faridz, sedangkan Golkar seperti Ical, Akbar Tanjung, Agung Laksono, JK.

“Konflik saat ini, sangat bergantung kepada para elitenya. Jika mereka berembug dengan baik dan fokus untuk persatuan Golkar dan PPP, mereka akan tetap jadi satu,” katanya.

 

http://harianterbit.com/read/2014/11/28/12608/25/25/Kisruh-Golkar-Dilakukan-Elit-Parpol-Yang-Ingin-Membelot

http://brita.indo.com/2014/11/golkar-tak-akan-seperti-ppp/

http://korankota.co.id/index.php/web/berita/NASIONAL-POLKAM/10714/akbar-tandjung-tunda-munas-golkar-bali

 

Explore posts in the same categories: Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: