Kampanye Jokowi Yg Lebih Banyak Mendengarkan

Jokowi Tidak Tinggalkan Blusukan

 

Jakarta, HanTer – Kalangan pengamat politik menilai, calon presiden (capres) PDIP yang juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), tidak akan meninggalkan blusukannya yang selama ini ia jalankan memimpin ibukota negara Indonesia ini.

Meskinpun ia maju sebagai presiden pada Pilpres 2014. Sebab, kekuatan Jokowi mendengarkan apa yang dikehendaki rakyat dan langsung bertatap muka dengan khalayak.

Hal itu dikatakan pengamat politik, menanggapi perubahan komunikasi Jokowi. Dimana, sejak mendeklarasikan diri menjadi presiden pada Jumat (14/3) lalu, hingga kemarin, Jokowi tidak lagi blusukan ke kampung-kampung yang biasa ia lakukan. Meski akhir pekan, Jokowi menyempatkan diri untuk blusukan.

jokowi-111“Jadi kekuatan Jokowi adalah lebih banyak mendengarkan. Ini dalam perspektif komunikasi politik, mirip yang dilakukan oleh Presiden Clinton. Jokowi rasanya tidak mungkin menghentikan kekuatan blusukannya,” kata Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta, Eko Harry Susanto kepada Harian Terbit, Selasa (18/3).

Eko melanjutkan, orang lain boleh saja meniru strategi blusukan Jokowi, namun tidak sekuat Jokowi yang blusukannya untuk mendengar aspirasi rakyat bukan mengeksplorasi retorika seperti yang dilakukan oleh orang lain. “Tidak bisa kita munafikan, blusukan dilakukan banyak orang, tapi umumnya mereka bicara dan bicara. Sedangkan Jokowi mendengar dan mendengar. Ini jauh berbeda,” jelasnya.

Menurut Eko, tentunya dalam menghendapi Pilpres, mantan Walikota Solo ini, pasti akan blusukan juga, walaupun akan memperoleh penjagaan yang jauh lebih ketat dari aparat. Ini mungkin yang sedikit berbeda, bisa saja tidak sebebas sebelumnya karena aspek protokoler.

“Intinya kalau sekarang tidak blusukan, karena di kejar tugas administratif, sedangkan blusukan tetap akan menjadi brand utama Jokowi dengan label kampanye yang lebih mendengarkan,” ujarnya.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Iding Rosyidin Hasan menambahkan, Jokowi jarang blusukan saat ini, hanya sementara. Sebab, kata Iding, Gubernur Jokowi masih terfokus pada persoalan kampanye, dimana Jokowi juga diangkat sebagai Juru Kampanye Nasional PDIP.

“Dia (Jokowi) masih akan blusukan lagi meskipun tidak akan sesering dulu, sekarang berhenti karena setiap akhir pekan dia pakai waktunya untuk kampanye,” kata Iding.

Senada dengan Eko dan Iding, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Yuliandre Darwis mengatakan, setelah di deklarasikan menjadi presiden, tentu membuat psikologi komunikasi Jokowi berubah.

Sebab, lanjut Yuliandre, selama ini sporadis untuk blusukan sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk memahami akar masalah Jakarta, sedangkan setelah di deklarasikan oleh PDIP, tentu membuat Jokowi mulai menjaga bentuk komunikasinya dengan rakyat. (rk)

 

http://m.wartabuana.com/read/perbedaan-hasil-quick-count-potensi-konflik.html

http://bewara.co/read/2014/03/jokowi-tidak-tinggalkan-blusukan/

KOLOM : MENANGKAL KAMPANYE HITAM. MAJALAH DETIK .EDISI 132 9 – 15 juni  2014 (Hal 77-81)

Eko Harry Susanto

http://majalah.detik.com/cb/8bf725b022d2f148f5b91225b1056ea8/2014/20140609_MajalahDetik_132.pdf

 

Explore posts in the same categories: Budaya, Ekonomi, Komunikasi, Pendidikan, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: