Komunikasi Politik Pemilu

http://www.indopos.co.id/2014/04/pd-disarankan-segera-umumkan-pemenang-konvensi.html

images.m

PD Disarankan Segera Umumkan Pemenang Konvensi

download

Jakarta-Hasil hitung cepat atau quick count pada pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu yang menunjukan Partai Demokrat (PD) hanya meraih suara di kisaran 9 persen memunculkan ketidakpastian bahwa partai ini akan mengusung calon presiden (capres) sendiri.

Menurut pengamat komunikasi politik Univeritas Tarumangara Jakarta, Eko Hary Susanto, PD mengalami kesulitan untuk membentuk poros koalisi sendiri dengan menggandeng partai tengah atau yang berbasis Islam, yakni PAN, PKS, PKB dan PBB. “Di karenakan partai Islam lebih memilih capres lain yang punya peluang untuk menang,” ucap Eko memulai pembicarannya kepada INDOPOS di Jakarta, Jumat (18/4).

Pada konteks inilah, kata Eko, PD hanya punya dua pilihan, ke Gerindra atau ke Golkar dengan capresnya adalah Prabowo atau Aburizal Bakrie. Sebab jika ingin ke PDIP, tampaknya sejarah perseteruan Megawati dan SBY masih sulit untuk didamaikan.

Atas dasar itu, pengajar program pascasarjana ini menyarankan agar konvensi yang dikhususkan menjaring calon presiden itu segera diumumkan, demi kebaikan partai berlambang mercy ini.

“Kalau hasil kolisinya cuma jadi calon wakil presiden atau jadi di kabinet, kenapa harus dilama-lamakan. Toh, justru publik tidak lagi melihat Demokrat. Kasihanlah para peserta konvensi yang seperti tersandera,” ucapnya.

Diketahui, rencananya pada 26 April akan dilaksanakan debat terakhir antar peserta konvensi yang kemudian akan dilakukan survei oleh tiga lembaga. Dan hasilnya akan diumumkan menjelang pembukaan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mulai dibuka pada 10 Mei mendatang.

“Saya kira sudah sangat terlambat. Untuk apa ditunda tunda. Apalagi hasil sementara pileg sudah sangat jelas, bahwa partai ini sulit untuk memajukan capres sendiri,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pengumuman konvensi justru semakin melemahkan posisi politik PD. Menurutnya, masyarakat sudah lupa dengan pelaksanaan konvensi, karena opini publik sudah dipenuhi oleh munculnya capres dari partai lain yang sudah melakukan deklarasi.

“Bahkan dengan keterlambatan memiliki capres sendiri, PD dianggap sudah menyerah terlebih dulu karena pasif dalam urusan pilpres. Mestinya bisa melihat betapa partai-partai yang perolehan suaranya lebih kecil justru teramat bersemangat menyambut pilpres,” tukasnya.

Eko menekankan, tidak selayaknya PD seolah hanya menjadi penonton. Sementara SBY sudah menunjukkan tradisi politik baru yang segera memberikan selamat kepada pemenang pileg. “Jadi kesimpulan saya tetap mentyarankan agar putusan konvensi harus segera dilakukan untuk menunjukkan PD partai profesional dan tidak terpengaruh oleh hasil pileg,” pungkasnya. (dil)

Explore posts in the same categories: Komunikasi, Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: