Komunikasi Tradisional

Komunikasi Tradisional Versus Keterbukaan Informasi

Oleh : Dr. Eko Harry Susanto

Disampaikan dalam  Serial  Call for Paper (Aspikom, Puskombis Mercu Buana  dan Univ. Bina Darma)

di Hotel Swarna Dwipa Palembang, 26 Februari 2013

Ringkasan Isi

Kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat, berkembang sejalan dengan tuntutan demokratisasi komunikasi yang menjadi salah satu agenda pokok reformasi politik di Indonesia.

Namun secara faktual, tidak mudah untuk menjalankan demokrasi dalam komunikasi di lingkungan masyarakat majemuk, yang memiliki nilai social-budaya , ekonomi dan politik beragam. Dalam kultur ketertutupan yang secara sepihak bertujuan menjaga kredibilitas kelompok, keterbukaan informasi diasumsikan sebagai bentuk perlawanan terhadap pelembagaan budaya.

gossiping_women_mPadahal, dalam rangka membangun kultur masyarakat informasi yang beretika dan berkesejahteraan, justru regulasi komunikasi yang mengedepankan keterbukaan merupakan prasarat yang tidak dapat dikesampingkan. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat harus menciptakan kesadaran bersama yang berkaitan dengan pentingnya transparansi informasi, sebagai landasan kultural masyarakat Indonesia dalam mencapai kesejahteraan moral maupun material.

Kata Kunci : demokrasi komunikasi, kultur masyarakat dan transparansi informasi.

Power Point. Komunikasi Tradisional

Explore posts in the same categories: Budaya, Ekonomi, Komunikasi

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: