Komunikasi Politik.Caleg, Capres, Elite dan Aktivis

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/114464/hl

Tokoh Publik – Parpol Disibukkan Persaingan Internal Antarfaksi

Elite Partai Mesti Turun ke Rakyat. Itu bisa diwujudkan dengan program partai yang menyentuh kebutuhan rakyat

JAKARTA – Partai harus membuat program nyata untuk mendekatkan diri dengan rakyat. Program riil yang sungguh dirasakan masyarakat bawah itu bukan hanya kewajiban personal dari elite partai, namun juga lembaga partai. Elite partai mesti turun bertemu dan berkomunikasi dengan rakyat. “Itu bisa diwujudkan dengan program partai yang menyentuh kebutuhan rakyat. Jadi partai jangan malas bekerja membangun komunikasi dengan rakyat dan baru menjelang pemilu mereka giat lagi turun ke rakyat,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Tarumanegara, Eko Harry Susanto, menjawab Koran Jakarta, kemarin.

FA Logo Korjak_2Hal tersebut, tambah dia, masih ditambah dengan apa yang ditangkap publik bahwa mereka yang aktif di partai tujuannya bukan untuk menciptakan iklim politik yang baik atau berbakti bagi konstituen, tapi mereka aktif di parpol untuk tujuan pragmatis. Publik menilai para politisi hanya ingin menikmati keistimewaan-keistimewaan politik yang diperoleh setelah mendapat kuasa, misal menjadi wakil rakyat atau kepala daerah atau menjadi menteri.

“Jadi, kadang-kadang, yang mau melakukan komunikasi politik dengan rakyat secara teratur adalah mereka yang menikmati berkah politik. Ini pun eskalasinya meningkat saat mau pemilu saja. Tapi, aktivis parpol yang merasa belum memperoleh apa-apa cenderung kerjanya saat pencalegan saja,” kata Eko.

Menurut dia, partai dan elitenya, khususnya yang menjadi wakil rakyat, kualitas komunikasi dengan rakyat dan konstituennya masih buruk. Itu pula yang membuat kepercayaan publik melorot. Salah satu penyebabnya karena partai dalam proses seleksi caleg pragmatis dan transaksional. Maka, tak heran, banyak caleg yang instan, bukan caleg yang mengakar di tingkat akar rumput.

“Jadi wajar memang bila caleg-caleg yang direkrut instan itu tidak dekat dengan rakyat,” kata Eko, yang juga Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Tarumanegara itu.

Sering Tergusur

Mestinya, kata Eko, mereka yang merintis dari bawah yang diutamakan karena mereka tentu lebih mudah untuk melakukan komunikasi politik dengan rakyat. Tapi justru yang kerap terjadi, kader inti sering tergusur oleh kader instan yang membawa “gizi” ke partai maupun oleh orang terkenal yang dinilai lebih memiliki popularitas.

“Faktor lainnya adalah partai selalu disibukkan oleh persaingan antarfaksi di internal sehingga mereka abai merumuskan grand strategy untuk membangun komunikasi politik dengan rakyat,” katanya. Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Saleh Daulay, mengatakan Pemilu 2014 harus dijadikan momentum oleh partai untuk mengembalikan kepercayaan publik yang kian merosot.

Harus diakui bahwa performance partai-partai pada periode sekarang ini masih jauh dari ekspektasi masyarakat. Selain tidak menghasilkan produk-produk legislasi yang menguntungkan masyarakat, mereka lebih cenderung “bertikai” antara satu dan yang lain. “Secara kasat mata, masyarakat melihat adanya saling tuding dan saling tendang antarparpol. Ini yang menyebabkan semakin menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada partai politik dan para politisinya,” kata Saleh.

Saleh memberikan saran jika ingin mengembalikan kepercayaan rakyat, partai setidaknya dapat melakukan dua hal. Pertama, partai harus konsisten pada fungsinya sebagai penyambung aspirasi politik rakyat. Para politisi dari berbagai parpol harus memiliki kesamaan dalam hal ini. Karena itu, perbedaan kepentingan politik jangan sampai menyebabkan kepentingan masyarakat terkesampingkan.

“Kedua, partai politik harus membenahi diri dalam menyusun format pencantuman caleg mereka pada pemilu yang lalu,” katanya. Para politisi yang dinilai tidak layak dan tidak amanah tidak perlu diberikan lagi kesempatan untuk mencalonkan diri. Partai harus aktif mencari caleg- caleg potensial yang memiliki integritas dan kapasitas yang sesuai dengan keinginan masyarakat. ags/P-

Berita lainnya :
http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/111042
Pemilu 2014
Komisi Pemilihan Umum Harus Mengelola Pemilu 2014 dengan Baik
Rakyat Jangan Terpecah Belah. Kalah menang itu biasa. Yang menang harus bisa mengemban amanah.

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/114393
Tokoh Publik
Parpol Disibukkan Persaingan Internal Antarfaksi. Elite Partai Mesti Turun ke Rakyat.
Itu bisa diwujudkan dengan program partai yang menyentuh kebutuhan rakyat. Jadi partai jangan malas bekerja membangun komunikasi dengan rakyat dan baru menjelang pemilu mereka giat lagi turun ke rakyat.

http://www.vhrmedia.com/new/berita_detail.php?id=1654
Pemimpin Harus Berani Pangkas Utang
“Dibutuhkan pemimpin nasional yang mampu menegakkan kedaulatan dan membangun kemandirian bangsa.”

http://www.pesatnews.com/read/2013/04/03/24622/pengamat-banyak-tokoh-gabung-perolehan-suara-hanura-melambung

JAKARTA, PESATNEWS- Kalangan pengamat politik menilai, banyaknya tokoh masyarakat, baik artis, kader partai politik (parpol) lain dan parpol tidak lolos pemilu bergabung ke Hanura, akan meningkatkan perolehan suara partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada pemilu 2014.

http://www.nonblok.com/nasional/polhukam/item/41142-pengamat-kubu-golkar-masih-kuat-di-nasdem?tmpl=component&print=1

Grup Hary Tanoesoedibyo dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) lantaran masih kuatnya kubu Surya Paloh yang berasal dari partai Golkar di dalam Partai NasDem.

Elektabilitas Wiranto-Hary Tanoe (Batam Pos)

Jakarta (BP). Lembaga Klimatologi Politik (LKP) kembali merilis hasil surveinya terhadap elektabilitas  Calon Presiden (Capre) pada Pemilu 2014

http://issuu.com/bpos/docs/16_september_2013?e=1077888/4851002

Explore posts in the same categories: Budaya, Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: