KOMUNIKASI POLITIK

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/101802

Polkamnas

Sabtu, 29 September 2012 | 04:34:06 WIB

Suksesi Nasional

Beri Kesempatan Pemimpin Muda

JAKARTA – Partai politik (parpol) harus melakukan pengaderan dan penjaringan generasi muda yang progresif untuk mengatasi kejenuhan dan semakin memudarnya kepercayaan masyarakat kepada partai politik saat ini. Parpol harus menjaring pemimpin muda untuk calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“Publik tengah mengalami kejenuhan pada calon-calon pemimpin stok lama yang terbelenggu dengan masalah lama. Fenomena menangnya Joko Widodo di Pilkada DKI Jakarta adalah sinyal yang menguatkan hal itu. Kini saatnya parpol mencari dan memberikan peluang pada kaum muda sebagai calon pemimpin masa mendatang,” tegas Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Tarumanegara, Eko Harry Susanto, saat dihubungi Koran Jakarta, Jumat (28/9).

Eko mengingatkan bahwa saat ini masyarakat semakin tipis kepercayaannya pada elite, baik di partai politik maupun di pemerintahan. Elite-elite parpol cenderung bersikap oligarki dan mengutamakan senioritas dalam memilih calon presiden. Akibatnya, yang muncul adalah stok-stok lama. Pemimpin dari stok-stok lama itu sulit untuk memecahkan persoalan bangsa karena yang bersangkutan menjadi bagian dari persoalan itu sendiri.

Karena itu, Eko menyarankan agar parpol membuka diri terhadap munculnya pemimpin-pemimpin muda. Parpol harus berani menghilangkan senioritas yang tak didasarkan pada prestasi. Pengaderan harus dilakukan secara jujur dan berdasarkan produktivitas dan loyalitas.

“Jadi bukan merekrut orang-orang yang punya dana sebagai petinggi parpol atau menggusur kader muda loyal demi gizi partai. Pola yang cukup efektif dalam menjaring pemimpin muda itu bisa melalui konvensi di internal parpol,” kata Eko.

Itulah yang dituntut masyarakat saat ini. Munculnya generasi muda dalam kepemimpinan nasional pada 2014 itu diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas demokrasi di negeri ini.

Eko juga setuju bila keran calon independen untuk presiden 2014 dibuka. Menurut dia, kehadiran calon independen itu akan membuat kompetisi calon pemimpin nasional 2014 semakin semarak. Rakyat diberikan pilihan-pilihan alternatif. “Itu juga bisa memacu parpol tidak sembarangan memilih calon presiden. UU Pilpres harus direvisi dulu untuk memberikan peluang kepada calon independen,” tegas Eko.

Pengamat politik UGM, Arie Sudjito, juga berpendapat sama. Arie menyarankan agar semangat calon independen itu perlu terus digelorakan. Menurut dia, kehadiran calon independen itu berguna untuk mendobrak kejenuhan publik pada elite-elite stok lama.

“Pemimpin independen relevan sebagai cara mengatasi penyumbatan kepemimpinan nasional,” kata Arie.

Dengan adanya calon independen itu, akan muncul banyak calon sehingga tirani mayoritas terhadap kelompok minoritas bisa dicegah. ags/P-4

Explore posts in the same categories: Budaya, Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: