Archive for September 2012

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

September 17, 2012

http://www.beritasatu.com/budaya/71200-lawan-tren-k-pop-budaya-indonesia-harus-dikemas-lebih-populer.html

Lawan Tren K-Pop, Budaya Indonesia Harus Dikemas Lebih Populer

Rabu, 12 September 2012 | 09:44

Ada jarak antara budaya Indonesia dengan rakyat kebanyakan, khususnya anak muda

Fenomena generasi muda yang gandrung kepada musik dan artis Korea saat ini bisa disebut wajar saja. Sebab, teknologi komunikasi sudah sedemikian maju untuk mengirimkan informasi, termasuk pesan-pesan budaya yang dikemas secara populer. Indonesia juga seharusnya berani memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi untuk penanaman nilai-nilai budaya sendiri kepada khalayak muda.

Hal itu dikatakan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara sekaligus Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom), Eko Harry Susanto, saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/9). Eko menilai, ada jarak antara budaya Indonesia dengan rakyat kebanyakan, khususnya anak muda. Akibatnya menurutnya, rakyat mencari nilai-nilai budaya dari negara lain yang tersebar luas di media massa.

“Bukan salah generasi muda yang suka SuJu (Super Junior) atau K-Pop. Teknologi komunikasi memberi pesan-pesan hebat, seperti tren seluruh dunia, sementara nilai-nilai kultural internal tidak ada keteladanan. Lalu bagaimana? Perkuat nilai budaya kita, kembangkan secara menarik dan lebih populer,” kata Eko.

Eko mengakui, fanatisme anak muda kepada budaya asing bisa melunturkan rasa cinta kepada budaya Indonesia. Tetapi menurutnya, bukan berarti anak-anak muda kehilangan jati diri bangsa atau rasa nasionalisme.

“Kita sebenarnya tidak kehilangan jati diri. Bahkan ada kerinduan besar anak-anak muda kepada rasa nasionalisme,” tandas Eko.

Dia mencontohkan anak-anak muda Indonesia yang masih setia mendukung Indonesia dalam kompetisi internasional sepakbola. Atau bahkan anak-anak muda yang ikut memberi dukungan saat binatang asli Indonesia (komodo) menjadi nominasi New Seven Wonder.

Contoh lain, kata Eko pula, adalah saat Malaysia mengklaim sejumlah budaya Indonesia, di mana anak-anak muda juga tak segan melakukan pembelaan lewat berbagai jejaring sosial.

Beri Ruang

Eko mengatakan, pemerintah seharusnya memberi ruang publik yang memadai untuk pengembangan budaya lokal. Lebih jauh, penyemaian budaya harus dilakukan secara populer, dengan memanfaatkan perkembangan zaman.

Misalnya, kata Eko, pemerintah bisa mewajibkan hotel-hotel untuk menyajikan tarian tradisional daerah. Selain itu, media televisi juga harus diwajibkan menampilkan pertunjukan tradisional dengan gaya modern. Misalnya, saat ini ada penampilan pesinden Soimah dalam sebuah acara televisi.

“Seharusnya budaya kita diberi ruang, sehingga masyarakat tidak merasa terasing,” ujarnya.

Eko menegaskan, budaya Indonesia harus bisa sebanyak mungkin dinikmati oleh rakyat. Dengan kata lain menurutnya, budaya jangan justru membuat rakyat semakin terkotak-kotak.

“Contohnya pertunjukan Matah Ati. Itu budaya yang dikemas sangat populer, tapi terlalu elite. Bolehlah ditampilkan Matah Ati untuk level pengusaha, tapi, tampilkan juga versi untuk rakyat. Coba buat down to earth,” tandasnya.

Penulis: SP/ Natasia Christy Wahyuni/ Ayyi Achmad Hidayah

Advertisements

KOMUNIKASI BISNIS

September 13, 2012

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/525684/

Dunia Usaha Rangkul Pendidikan

Wednesday, 12 September 2012

JAKARTA – PT Modern Internasional Tbk dan Universitas Tarumanegara (Untar) bekerja sama untuk mengaktualisasikan konsep link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha.

Dari kerja sama tersebut diharapkan,tercipta sinergi antara materi pendidikan di perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan riil dunia bisnis. “Kami mendorong kemajuan pendidikan nasional melalui kerja sama kolaboratif yang sejalan dengan tuntutan perkembangan dunia bisnis. Dengan bekerja sama dengan Universitas Tarumanegara, diharap tercipta link and match antara pengembangan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia bisnis,” ujar Managing Director PT Modern Internasional Tbk Henri Honoris, pengelola jaringan ritel waralaba 7-Eleven, dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Menurut Henri, kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia bisnis harus dilakukan sebagai upaya bersama yang akan menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan riil dunia usaha.Henri juga berharap kolaborasi positif ini dapat dikembangkan bersama berbagai perguruan tinggi lain.

Dengan demikian, tegas dia,dunia pendidikan nasional dapat menghasilkan lebih banyak lulusan terbaik yang memiliki keterampilan dan keahlian yang tinggi. Henri menjelaskan, kerja sama tersebut antara lain meliputi penyediaan tempat magang dan riset di seluruh jaringan 7-Eleven di Indonesia bagi para mahasiswa maupun dosen Universitas Tarumanegara.

Di sisi lain, kata Henri, pihaknya akan dapat memanfaatkan sumber daya kepakaran yang terdapat di lingkungan Untar untuk pengembangan bisnis 7-Eleven ke depan. Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Untar Eko Harry Susanto menambahkan, kolaborasi dunia pendidikan perguruan tinggi dengan dunia usaha ini akan memberikan bekal pengalaman praktik bagi tenaga pengajar dan peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kami mengharapkan akan terbentuk kemitraan yang konstruktif antara institusi pendidikan tinggi dan pelaku usaha,” tuturnya.

Dengan adanya kerja sama ini, ujar dia, maka para mahasiswa dapat melakukan berbagai penelitian yang relevan dengan perkembangan bisnis. Selain itu,para mahasiswa juga dapat memilih 7-Eleven sebagai lokasi magang untuk menimba pengalaman kerja.

“Kami juga dapat melakukan penelitian-penelitian untuk menunjang perkembangan bisnis, maupun memberikan rekomendasi-rekomendasi berdasarkan kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan 7-Eleven,”imbuhnya. ●m faizal

http://kampus.okezone.com/read/2012/09/11/373/688097/mudahkan-magang-untar-gandeng-perusahaan-ritel

Mudahkan Magang, Untar Gandeng Perusahaan Ritel

Fariz A Sudrajat

JAKARTA – Salah satu cara kampus menyediakan bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja adalah melalui program praktik kerja lapangan (PKL) atau yang juga lazim disebut magang. Untuk mempermudah program tersebut, pihak kampus pun menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan yang mampu menampung mahasiswa mereka.

Salah satunya dilakukan Universitas Tarumanegara (Untar) dengan menggandeng PT Modern Internasional, perusahaan yang membawahi ritel waralaba 7 Eleven.
“Kerjasama ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman praktik bagi tenaga pengajar dan peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran/penelitian dan sasaran pendidikan di lingkungan Untar,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Untar Eko Harry Susanto di kampus Untar, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2012).

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding(Mou) oleh Rektor Universitas Tarumanegara Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc.Ph.D dan Managing Director PT Internasional, Tbk Henri Honoris di Auditorium Gedung Utama Lt3 Universitas Tarumanegara.

Menurut Henri, Untar dipilih menjadi kampus untuk bekerjasama karena kampus ini sudah mengarah kepada entrepreneur-entrepreneur muda. Henri berharap, kerjasama ini dapat meningkatkan kemajuan pendidikan yang sejalan dengan tuntunan perkembangan bisnis. “Dengan begitu, pendidikan nasional dapat menghasilkan lebih banyak lagi lulusan terbaik yang memiliki keterampilan dan keahlian, sesuai dengan kebutuhan dunia usaha,” imbuhnya.

Henri menjamin, peminat magang di tempatnya tidak akan dipersulit. Pelamar cukup mengirimkan surat magang dari kampus, sementara pihak perusahaan akan mengecek status kemahasiswaannya. Asyiknya, sebagai karyawan magang, mahasiswa Untar pun akan mendapat “gaji”.(rfa)

http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-nasional/75-nasional-reviews/27589-aktualisasikan-konsep-link-and-match.html

Aktualisasikan Konsep Link and Match

AKARTA – Aktualisasi konsep link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha harus terus dikem bangkan. Ini agar tercipta sinergi antara materi pendidikan di perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan riil dunia bisnis. ”Kami selalu mendorong kemajuan dunia pendidikan nasional melalui kerja sama kolaboratif yang sejalan dengan tuntutan perkembangan dunia bisnis.

Jadi akan tercipta link and match antara pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia bisnis,“ ujar Managing Director PT Modern Internasional Tbk Henri Honoris sebagai pengelola jaringan convenience store 7-Eleven usai menandatangani naskah kerja sama pendidikan dengan Universitas Taru ma negara di kampus Untar, Jakarta, Selasa (11/9).

Menurut dia, kerja sama antara pergu ruan tinggi dengan dunia usaha ha rus dilakukan sebagai upaya bersa ma mendukung perkembangan du nia pendidikan nasional. Sebab me lalui kerja sama dalam berbagai be ntuk dan bidang itu akan dapat diha silkan lulusan perguruan tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan riil dunia usaha.

Selain untuk memba ngun aliansi strategis antara perusahaannya dengan dunia pendidikan tinggi, kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi sarana bagi dunia usaha, khususnya 7-Eleven untuk mem berikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pendidikan nasional di masa mendatang. ”Melalui aktualisasi link and match ini, kami juga berkeinginan agar dapat terjalin hubungan yang lebih kuat dengan berbagai perguruan tinggi di tanah air. Sebab kami membutuhkan banyak SDM yang terbaik dari berbagai perguruan tinggi,” tegasnya.

Henri juga berharap kolaborasi positif ini dapat dikembangkan bersama berbagai perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian, dunia pendidi kan nasional dapat menghasilkan lebih banyak lulusan terbaik yang memiliki keterampilan dan keahlian yang tinggi. Henri mengatakan, kerja sama tersebut antara lain meliputi penyediaan tempat magang dan riset di seluruh jaringan 7-Eleven di Indonesia bagi para mahasiswa maupun dosen Untar.

Di sisi lain, pihaknya akan dapat memanfaatkan sumberdaya kepa karan yang terdapat di lingkungan Untar untuk pengembangan binis 7-Eleven. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan Rektor Untar Prof Roesdiman Soegiarso MSc PhD bersama Managing Director PT Modern Internasional Tbk Henri Honoris, dan disaksikan oleh Dekan Fa kul tas Ilmu Komunikasi Untar Dr Eko Harry Susanto MSi.

Pada kesempatan yang sama, Eko Harry Susanto MSi menambahkan, melalui kolaborasi dunia pendidikan perguruan tinggi dengan dunia usaha ini akan memberikan bekal pengalaman praktik bagi tenaga pengajar dan peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran/ penelitian.

”Kami mengharapkan akan terbentuk kemitraan yang konstruktif antara institusi pendidikan tinggi dan pelaku usaha,” katanya. Dengan adanya kerja sama ini, tutur Harry, maka para mahasiswa Untar dapat melakukan berbagai penelitian yang relevan dengan perkembangan bisnis antara lain untuk bahan penyusunan skripsi, tesis, maupun karya ilmiah lainnya.

Selain itu, para mahasiswa juga dapat memilih 7-Eleven sebagai lokasi magang untuk menimba pengalaman kerja. ”Kami juga dapat melakukan penelitian-penelitian untuk menunjang perkembangan bisnis, maupun memberikan rekomendasi- rekomendasi berdasarkan kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan 7-Eleven,” jelasnya. (rir)