Komunikasi Politik dan Pemerintahan

JURNAL  ILMU KOMUNIKASI, Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP  UPN “Veteran”Yogyakarta. Volume 9, Nomor 2, Mei – Agustus 2011

Dinamika Media Massa Lokal dalam Membangun
Demokratisasi di Daerah

Abstract

Information freedom is supported by various rules that give media discretion to spread news to people. But the needs of informations in our society are vary, thus, it’s too hard for national mass media to disseminate appropriate and proportional information which meet the needs of the people in local society. There fore, local media tries to cover the gap can not be covered completely by national mass media. It seems, this condition develops the awareness about the importance of informations. Actualy local media still faces various profesionalism, institutional, fund availability and democratization problem. Hence, with all the limitation of local media that carries out the function of reporting an broadcasting which do not fulfil the needs of information in local society.

Keywords: Local Media Existence and Freedom Of Information

Pendahuluan

Reformasi politik tahun 1998, berdampak terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Informasi publik yang semula menjadi kekuasaan pemerintah, karena dikelola secara ketat oleh manajemen komunikasi pemegang kekuasaan, semakin pudar sejalan dengan eksistensi transparansi dan demokratisasi semua bidang kehidupan.

Metode Penelitian

Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menitikberatkan kepada analisis isi kualitatif. Analisis isi kualitatif ditujukan untuk memahami konteks pragmatik melihat hubungan satu pernyataan dengan pernayataan lain dalam kondisi tertentu. Obyek penelitian ini adalah berita seputar dinamika pers lokal di media on-line Kompas.com pada tahun 2008-2011.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Konflik Media Lokal Versus Kekuasaan
Diberlakukannya UU No. 40/1999 dan UU No.32/2002, yang memberikan keleluasaan penerbitan dan penyiaran, mendorong tumbuhnya media lokal yang sangat pesat. Pada satu sisi, media lokal mampu mendukung demokratisasi dalam pelaksanaan pemerintahan di daerah. Namun di sisi lain, media lokal disinyalir tidak menjalankan fungsi media sesuai dengan ketentuan, sehingga merugikan masyarakat yang mengharapkan informasi berimbang.

Demokrasi Dalam Pemerintahan

Tidak semua elite dalam pemerintahan di daerah dapat menerima demokrasi dan kebebasan informasi. Seperti mengikuti pendapat Lippman(dalam Delia, 1987 : 28 ), berpendapat “ demokrasi berbahaya bagi pemerintahan otoriter, sebab agen – agen komunikasi massa modern, membentuk kelompok sosial yang berpengetahuan dan berakar pada realita. Mengingat demokrasi mengancam eksistensi penguasa, maka diberlakukan sensor yang sangat ketat terhadap media massa, agar tidak mengeksplorasi pesan – pesan yang mengganggu jalannya pemerintahan.

Harapan Terhadap Peran Media Lokal

Sejalan dengan menguatnya otonomi daerah, peran media lokal semakin nyata dalam mendukung jalannya pemerintahan di daerah. Kendati demikian, hubungan antara media lokal dengan pemerintah daerah tidak selalu berjalan dengan baik. Sebab terjadi upaya mengesampingkan regulasi tentang pers dan penyiaran yang seharusnya menjadi prinsip dalam menjalankan fungsi media lokal.

Simpulan 

Ketika kebebasan pers menjadi acuan, media lokal juga harus tetap menjunjung tinggi etika pemberitaan. Sebab khalayak semakin kritis dalam menyikapi kebebasan berekspresi, dengan menunutut keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan demokrasi pemerintahan di daerah yang berpihak kepada rakyat.

Daftar Pustaka

Craft, John E, Frederic A. Light and Donald G.Godfrey,2001, Electronic Media, Wadsworth Thomson Learning, Australia.
Delia, Jesse G ,1987, Communication Research : A History, dalam Charles R. Berger (ed), 1987, Handbook of Communication,Sage Publication, California Newburry.
Gordon, Joy C, Tina Deines, and Jacqueline Havice, 2010, Global Warming Coverage in the Media : Trends in a Mexico City Newspaper, dalam Susanna Hornig Priest (ed),2010, Science Communication, Volume 32 Number 2, June 2010, Sage Publication, Manhattan.

Explore posts in the same categories: Budaya, Ekonomi, Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: