KOMUNIKASI POLITIK

Indikasi Ada Masalah

Loyalitas Ganda dalam Kabinet

 

JAKARTA,KOMPAS – Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kinerja menterinya, yang dinilai kurang responsif dalam menanggapi sejumlah isu di masyarakat, justru mengindikasikan adanya persoalan dengan kepemimpinan di negeri ini. Persoalan itu bisa jadi tidak hanya dalam komunikasi politik, tetapi juga dalam birokrasi.

Penilaian itu disampaikan secara terpisah oleh sosiolog dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Bambang Kusumo Prihandoko, dan Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Tarumanagara Jakarta Eko Harry Susanto, Minggu (4/12). Sebelumnya, Presiden Yudhoyono meminta anggota kabinetnya lebih responsif terhadap masalah yang berkembang dalam masyarakat. Sistem pelaporan cepat di kabinet pun sering kali tidak berjalan dengan baik (Kompas, 3-4/12).

Bambang menilai, praksis kepemimpinan di negeri ini tidak mampu menghidupkan sebuah sistem. Yang terjadi saat ini adalah kepemimpinan tanpa visi dan tak mampu menghidupkan imajinasi bangsa. ”Jika dilihat di banyak negara pascatransisi, semisal Afrika Selatan pascapolitik apartheid, Nelson Mandela memiliki visi dan kepemimpinan yang mampu menghidupkan imajinasi masyarakat. Masyarakat pun memiliki harapan, memiliki tujuan, dan punya kesadaran,” katanya.

Selain faktor kepemimpinan, Bambang juga mengungkapkan persoalan birokrasi di Indonesia yang belum berubah. Birokrasi negara ini secara mental dan kultural masih agraris meskipun secara teknis Indonesia sudah mengadopsi segala hal yang berkaitan dengan birokrasi modern.

Organisasi negara ini, yang namanya pemerintah, sudah membentuk sebuah sistem yang sangat tertutup dengan perubahan dari luar. Tertutup dari kritik, dari keterbukaan sehingga komunikasi antarelemen, antarsubsistem tidak pernah jalan. Itu pula yang menyebabkan kritik di media massa atau media sosial yang sedemikian keras, tetapi tidak pernah mampu menembus hambatan dalam birokrasi itu. Elite birokrasi hidup dengan dunianya sendiri, tak pernah nyambung dengan masyarakat.

Menurut dia, Indonesia memerlukan transformasi sistemik yang besar. Dibutuhkan hukum yang benar-benar bagus untuk bisa memastikan berlakunya sistem yang bagus dengan orang yang bagus pula.

Dua kelemahan
Eko Harry mengatakan, kurang tanggapnya menteri, seperti diakui Presiden, tidak lepas dari kelemahan pemerintahan Presiden Yudhoyono. Ada dua kelemahan dalam pemerintahan saat ini sehingga tidak mendukung terciptanya komunikasi yang terintegrasi, yakni kelemahan politis dan birokratis. “Komunikasi dan koordinasi tak terintegrasi. Tak semua terhubung dengan baik katanya.
Eko mengakui, Presiden tidak mampu membangun komunikasi dengan baik karena koalisi partai politik pendukungnya tak dibangun berdasarkan kedekatan ideologis dan platform politik.” Di satu sisi, birokrasi kurang mendukung. Di sisi lain, ada kelemahan politik, yakni kepentingan parpol lebih kuat dalam kabinet. Ada semacam dualisme loyalitas dari para menteri”, ujarnya.

Hal itu terlihat nyata dari keluhan Presiden yang mengetahui suatu peristiwa di masyarakat dari media lebih dahulu daripada dari menterinya. Presiden memisalkan, saat Jembatan Kartanegara di Tenggarong ambruk, ia lebih dahulu mengetahuinya dari layanan pesan masyarakat (SMS), dan bukan dari pembantunya. Bisa jadi, kata Eko, oleh para menteri, sejumlah informasi memang tak langsung disampaikan kepada Presiden. Hal itu bisa saja disengaja karena ada loyalitas semu dan kepentingan politik anggota kabinet. Bisa jadi informasi kepada Presiden adalah hasil rundingan parpol. (sumber: Kompas cetak, 5 Desember 2011)

Explore posts in the same categories: Budaya, Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: