KOMENTAR KORAN

Kekuasaan Otoriter I Suara Rakyat Tidak Bisa Dibendung dan Dilawan Rakyat Mesir Tolak Pemimpin Pilihan Dewan Militer

Koran Jakarta, 26 November 2011

KAIRO – Puluhan ribu warga Mesir kembali berunjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo, Jumat (25/11). Mereka menuntut diakhirinya kekuasaan Dewan Militer Mesir (SCAF) di negara itu. SCAF, pada Kamis, menolak tuntutan massa untuk mundur. Para demonstran juga menolak pemimpin pemerintahan baru yang ditunjuk SCAF, Kamal al-Ganzuri. SCAF menunjuk Ganzuri, Jumat, untuk menggantikan Perdana Menteri Essam Sharaf, yang telah mundur sejak Selasa (22/11).

Ketegangan yang tak kunjung berakhir ini terus mengancam jadwal pelaksanaan pemilu yang rencananya digelar Senin (28/11). Ini akan menjadi pemilu pertama Mesir pasca tumbangnya 30 tahun kekuasaan Presiden Hosni Mubarak pada Februari lalu. Namun, anggota senior SCAF, Mayor Jenderal Mamduh Shahine, memastikan pemilu akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Lima hari bentrok antara pengunjuk rasa dan polisi sempat mereda pada Kamis (24/11), setelah kedua pihak mencapai kesepakatan damai. SCAF juga sudah meminta maaf atas jatuhnya korban tewas dan berjanji akan menyeret pelakunya ke hadapan hukum. Namun, kedua perkembangan itu rupanya tak efektif untuk mengakhiri ketegangan yang terjadi.

Saat salat Jumat, puluhan ribu orang mulai mengalir ke Lapangan Tahrir. Unjuk rasa dimulai tepat setelah berakhirnya ibadah salat Jumat. Para aktivis pengunjuk rasa berupaya agar aksi yang mereka namakan dengan aksi “Jumat Kesempatan Terakhir” itu bisa menarik massa hingga jutaan orang.

Ahmed Mohey el-Din, 27 tahun, seorang dokter gigi yang bergabung dengan massa, mengatakan mereka bergabung untuk menyuarakan penolakan atas manuver Dewan Militer Mesir. Ahmed kembali menegaskan agar segera diserahkan kekuasaan ke Dewan Pemerintahan Sipil serta Pemerintah Penyelamat Nasional. Pemimpin ibadah salat Jumat di Tahrir, Sheikh Mazhar Shahin, juga menyerukan agar SCAF segera menyerahkan kekuasaannya ke Pemerintah Penyelamat Nasional. “Tak ada pilihan lain kecuali Pemerintah Penyelamat Nasional dengan kewenangan seperti presiden.”

Kamal al-Ganzuri, dalam wawancaranya dengan kantor berita Reuters, membenarkan kabar penunjukan dirinya itu. “Semua akan kami terangkan nanti,” katanya. Ganzuri menolak memberi keterangan lebih terperinci tentang siapa saja yang mungkin akan menjadi anggota kabinetnya.

Ganzuri, 78 tahun, merupakan pakar ekonomi yang pernah menjadi perdana menteri antara tahun 1996 hingga 1999, yakni pada masa kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak. Massa demonstran menolak Ganzuri karena keterkaitannya dengan Mubarak.

Debat informal di kalangan para demonstran memunculkan tiga nama yang dianggap paling pantas memimpin Mesir ke depan, yakni tokoh sayap kiri, Hamdeen Sabahi, tokoh sayap kanan, Abdel Moneim Aboul Futuh, serta mantan kepala badan nuklir dunia IAEA, Mohamed El Baradei. Baradei tampak terlihat bergabung dengan unjuk rasa Jumat.

Juru Bicara Gedung Putih (AS), Jay Carney, menyerukan agar Mesir segera melangsungkan transisi ke pemerintahan sipil secepatnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Tarumanegara Eko Harry Susanto mengatakan gejolak yang terjadi di Mesir sekarang ini, pasca kejatuhan Hosni Mubarak, memperlihatkan bahwa rezim yang berkuasa mulai menafi kan suara rakyat.

Rakyat Mesir bergerak karena kecewa dan frustrasi terhadap tindak- tanduk rezim militer yang sama saja dengan Hosni Mubarak, yakni menyepelekan aspirasi rakyat. “Makanya, jangan sekali-kali rezim yang sedang berkuasa itu melawan suara rakyat,” kata Eko Harry Susanto, di Jakarta.

Pendapat serupa diungkapkan pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani. Jika sebuah rezim sudah tak lagi sejalan dengan yang dipimpinnya dan tidak lagi menjalankan kepentingan rakyat, cepat atau lambat rezim tersebut akan terjungkal. dng/ags/Rtr/AFP/P-4

Explore posts in the same categories: Ekonomi, Komunikasi, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: