JAKARTA YANG NYAMAN

Merindukan Kembalinya Sosok Bang Ali

Koran Jakarta, 27 Juli 2011

Pilkada DKI Jakarta baru akan dilakukan pada 2012, namun genderang perang menuju pilkada sudah ditabuh. Perang spanduk dan reklame gencar dilakukan tokoh yang berniat maju ke gelanggang pemilihan.

Nachrowi Ramli, salah satu ketua Partai Demokrat, adalah tokoh yang paling banyak menebarkan dan membentangkan spanduk. Reklame besar di pojok-pojok Kota Jakarta yang memamerkan wajahnya sudah banyak terpampang. Purnawirawan jenderal ini bahkan sudah menyiapkan markas tim pemenangannya di Hotel Twin Plaza, Slipi, Jakarta Barat. Lantai 19 disiapkan untuk tim suksesnya.

Kandidat lainnya, meski tak seagresif Nachrowi, juga tak mau ketinggalan mempromosikan diri lewat spanduk dan baliho. Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Golkar, juga berambisi sama. Ia sudah berselancar politik lewat baliho.

Prya Ramadhani, Ketua Partai Golkar yang besan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, sudah memasang baliho besarnya. Momen Ramadan, seperti perang baliho, akan semakin gencar dilakukan oleh tokoh-tokoh yang sudah memancang ambisi menjadi “meneer” Ibu Kota.

Di luar nama itu, ada Tantowi Yahya, eks presenter kondang televisi yang banting setir menjadi politisi Golkar. Juga Triwisaksana, Ketua PKS yang rajin tebar pesona. Ada pula Djanz Faridz yang sudah merapat ke Partai Hanura.

Seperti apakah prototipe gubernur Ibu Kota yang diharapkan memimpin Jakarta? Koran Jakarta sempat menangkap suara rakyat Jakarta di pinggiran tentang sosok gubernur yang diharapkan meski memang tak bisa mewakili suara warga Ibu Kota secara keseluruhan. Khudori, 51 tahun tahun, warga Jakarta yang berprofesi sebagai sopir metromini, menyebut nama Ali Sadikin sebagai sosok gubernur yang ia idamkan.

“Gubernur itu harus seperti Ali Sadikin, tegas tapi berpihak pada rakyat. Tidak main gusur,” kata dia.
Seperti Ali Sadikin-kah, sosok gubernur yang diperlukan Jakarta? Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Tarumanegara, Eko Harry Susanto, juga punya pandangan yang hampir serupa dengan Khudori.

Menurut Eko, Ali Sadikin memang bisa dikatakan gubernur Ibu Kota yang paling melegenda sejak Jakarta berstatus ibu kota negara. Jakarta, dengan sejuta masalahnya, memerlukan pemimpin yang ketegasannya tak tambal sulam. Ia harus lugas tanpa tedeng aling-aling membenahi Ibu Kota.

Staf pengajar ilmu politik dari Universitas Krisnadwipayana, Suyanto Londrang, juga memiliki pendapat sama. Dosen yang juga warga Jakarta itu memandang sampai hari ini, bila mengeja deretan nama gubernur yang pernah atau yang sedang memimpin Jakarta, nama Ali Sadikin atau Bang Ali yang paling harum. agus supriyatna/P-2

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/67692

Explore posts in the same categories: Budaya, Ekonomi, Komunikasi, Pendidikan, Politik

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: